Pilkades 20013
3D dalam Pilkades yang dimaksud adalah:
1. Duit
2. Dukun
3. Dadu
Duit niscaya harus ada, baik di pihak panitia ataupun di pihak calon kepala desa. Memang benar saat ini calon tidak usah membayar biaya pendaftaran jika dana dari Pemda mencukupi untuk biaya operasional panitia pilkades. Jika tidak mencukupi mau tidak mau calon harus menyetor sejumlah dana sesuai dengan kebutuhan panitia. Dana yang disediakan pemda rp 5000 per hak pilih.
Sisi lain bahwa dalam setiap pilkada harus ada dana atau duit yang harus dikeluarkan oleh para calon. Dana untuk membuat surat-surat administrative; keterangan dokter, kelakuan baik, bebas narkoba, tidak pernah dihukum, poster, spanduk, baliho, tranportasi tim sukses, jamuan para tamu, dan tentu saja harus menyediakan dana untuk operasi serangan fajar.
Dukun ikut pula meramaikan pesta pilkada ….eh… pilkades. Entah itu calon yang sowan ke dukun atau dukun berkeliaran kepada para calon. Prediksi-prediksi para dukun ini terkadang jadi pegangan para calon. Berandai-andai dalam taman kegoiban. Apel jin, minyak japaron, isim merupakan suatu benda yang sering disebut. Pelet asihan, mantra, Jangjawokan adalah frasa lain dalam dunia perdukunan. Jika calon teguh memegang tauhid, tidak pernah percaya kepada ramalan, tidak pernah bertandang ke paranormal maka godaan pun biasanya datang dari samping; dari pendukung atau tim sukses. Merekalah yang dating ke dukun dan menyampaikan hasilnya kepada calon yang diusung. Jika saja calon yang teguh iman itu yang tidak pernah dating ke dukun percaya akan apa yang disampaikan oleh tim suksesnya maka sawaun kana, seali tiga uang. Naudzu billah..
Dadu : ini adalah dimensi lain dalam pilkada eh…. Pilkades. Ya judi perjudian turut muncul ke perhelatan pemilihan kepala desa walau secara diam-diam dan kecil-kecilan…..antar personal individu atau kelompok bandar. Menebak memprediksi mengira-ngira siapa bakal pemenang.
Tiga Dimensi (3D) DUIT DUKUN DADU tersebut melingkar satu sama lain. Yang punya duit bias jadi Bandar judi dan disuport oleh dukun untuk mengusung calon kades. Yang punya kemampuan paranormal bias bekerja saa dengan Bandar dan menhasilkan duit.
Bisa jadi 3D tersebut hanya terjadi di beberapa desa saja. Tidak tahu apakah 3D (DUIT DUKUN DADU) ada dalam pilkada bupati, pilkada gubernur atau pemilu presiden. Wallohu ‘alam. Jika ada…. Betapa parahnya negeri ini yang senantiasa mengundang AZAB Alloh setiap saat. Naudzu billahi min dzalik…
Duit niscaya harus ada, baik di pihak panitia ataupun di pihak calon kepala desa. Memang benar saat ini calon tidak usah membayar biaya pendaftaran jika dana dari Pemda mencukupi untuk biaya operasional panitia pilkades. Jika tidak mencukupi mau tidak mau calon harus menyetor sejumlah dana sesuai dengan kebutuhan panitia. Dana yang disediakan pemda rp 5000 per hak pilih.
Sisi lain bahwa dalam setiap pilkada harus ada dana atau duit yang harus dikeluarkan oleh para calon. Dana untuk membuat surat-surat administrative; keterangan dokter, kelakuan baik, bebas narkoba, tidak pernah dihukum, poster, spanduk, baliho, tranportasi tim sukses, jamuan para tamu, dan tentu saja harus menyediakan dana untuk operasi serangan fajar.
Dukun ikut pula meramaikan pesta pilkada ….eh… pilkades. Entah itu calon yang sowan ke dukun atau dukun berkeliaran kepada para calon. Prediksi-prediksi para dukun ini terkadang jadi pegangan para calon. Berandai-andai dalam taman kegoiban. Apel jin, minyak japaron, isim merupakan suatu benda yang sering disebut. Pelet asihan, mantra, Jangjawokan adalah frasa lain dalam dunia perdukunan. Jika calon teguh memegang tauhid, tidak pernah percaya kepada ramalan, tidak pernah bertandang ke paranormal maka godaan pun biasanya datang dari samping; dari pendukung atau tim sukses. Merekalah yang dating ke dukun dan menyampaikan hasilnya kepada calon yang diusung. Jika saja calon yang teguh iman itu yang tidak pernah dating ke dukun percaya akan apa yang disampaikan oleh tim suksesnya maka sawaun kana, seali tiga uang. Naudzu billah..
Dadu : ini adalah dimensi lain dalam pilkada eh…. Pilkades. Ya judi perjudian turut muncul ke perhelatan pemilihan kepala desa walau secara diam-diam dan kecil-kecilan…..antar personal individu atau kelompok bandar. Menebak memprediksi mengira-ngira siapa bakal pemenang.
Tiga Dimensi (3D) DUIT DUKUN DADU tersebut melingkar satu sama lain. Yang punya duit bias jadi Bandar judi dan disuport oleh dukun untuk mengusung calon kades. Yang punya kemampuan paranormal bias bekerja saa dengan Bandar dan menhasilkan duit.
Bisa jadi 3D tersebut hanya terjadi di beberapa desa saja. Tidak tahu apakah 3D (DUIT DUKUN DADU) ada dalam pilkada bupati, pilkada gubernur atau pemilu presiden. Wallohu ‘alam. Jika ada…. Betapa parahnya negeri ini yang senantiasa mengundang AZAB Alloh setiap saat. Naudzu billahi min dzalik…
Sumber :….http://desamandalawangi.wordpress.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar